.

Sinopsis Drama Korea Please Come Back Mister Episode 2 Part 2

Sinopsismu.blogspot.com - Sinopsis Drama Korea Please Come Back Mister Episode 2 Part 2


Jegil bertanya-tanya bagaimana bisa kakak-adik berbeda. Tangannya lalu meraba bok*ng Gitak. Kemudian Gitak menyentil jidat Jegil. Ketika Jegil meringis kesakitan, Gitak menanyakan anak buahnya yang lain, terutama Seungjae. Jegil meminta Gitak tidak menanyakan Seungjae, sebab Seungjae adalah pengkhianat. Saat itu ada seseorang memperhatikan mereka dari kaca spion mobil.


Jegil menyumpah-serapahi Seungjae yang sudah bekerja pada Na Sukchul sebagai manajernya Song Yiyun. Mendengar itu Gitak mengacir pergi. Dia berlari sambil teringat saat dirinya menghajar Sukchul dulu di dalam gudang untuk menyelamatkan Yiyun.


Di sisi lain, Yiyun baru bangun dari tidurnya. Dia menangis, karena ingat telah menandatangani kontrak dengan Nine Entertainment, yang mana bosnya adalah Sukchul. Dia juga merasa bersalah atas kematian Gitak yang ditudingkan banyak orang disebabkan olehnya.


Youngsoo mendengar lagu Beethoven. Dia ingat itu tanda bahaya kebakaran di Sunjin Mall dan mengajak Dahye pergi. Dahye kebingungan. Youngsoo malah bilang takdir. Bikin Dahye makin kebingungan. “Aku sudah punya suami!” tegas Dahye, masih setia dengan mendiang suaminya. Seorang satpam mall menghampiri Youngsoo-Dahye.


Segera saja Youngsoo mengatakan, “Ayo cepat, kita tidak punya waktu!” Satpam itu menyadari lagu Beethoven yang dipakai sebagai kebakaran. Tapi dari walkie-talkie si satpam terdengar suara yang menginformasikan bahwa telah terjadi kesalahan dan tidak ada kebakaran.


Youngsoo jadi salting. Dia langsung pura-pura mendapat telpon dan pergi ketika ditanya siapa Youngsoo sebenarnya? Karyawati yang sebelumnya ditegur Youngsoo berkumpul bersama Dahye dan si satpam. Mereka juga bertanya-tanya siapa Youngsoo itu? Mereka berpikir Youngsoo bukan sembarang orang, karena terlihat begitu peduli hal-hal yang terjadi di mall.


Para staf Sunjin Mall menggelar rapat yang membicarakan tentang rencana penjualan mall oleh Jaeguk karena omzet terus menurun. Padahal di sisi lain, Sunjin Mall ini sangat disukai oleh Presdir Kim, meski tidak punya alasan mempertahankannya. “Ini seperti pertarungan bapak-anak... tak mungkin Presdir Kim akan memecat anak semata wayangnya kan?”


Sangshik tidak sependapat dengan rekannya. Dia berpikir bisa saja Presdir Kim mengeluarkan jurus pamungkasnya, toh masih ada anak lain selain Direktur Jaeguk. Tiba-tiba mereka semua mendapatkan informasi tentang siapa manajer boneka baru yang akan mengambil-alih Sunjin Mall.


Sekretaris Wang menyebutkan alasan Presdir Kim tidak mau menutup Sunjin. Itu karena penutupan Sunjin Mall akan berimbas pada lenyapnya pasar tradisional di seberangnya. Jika itu terjadi, maka toko roti yang menjual roti kesukaan Presdir Kim juga ikut hilang – sebuah alasan yang mengada-ada. Jaeguk mendesah. Dia meminta alasan sebenarnya papinya tidak mau menjual Sunjin?


Sekretaris Wang menyampaikan pesan Presdir Kim, bahwa Sunjin Mall sangatlah berarti. Di samping itu, saat ini, semua mata sedang menuju pada Sunjin setelah kasus bunuh diri Youngsoo dan gosip kehidupan pribadi Jaeguk di koran-koran. Dia menekankan perombakan Sunjin Mall akan dilakukan bersamaan perombakan tim manajerial yang sudah “usang”. Strategi perubahan ini akan dilakukan oleh “dia” yang sedang dalam perjalanan dari Amerika ke Korea. Dia itu adalah senjata rahasia Presdir Kim.


Saat ini kita memang bisa melihat seorang pria ganteng berkacamata yang sedang duduk di salah satu seat pesawat Amerika-Korea. Apakah dia yang dimaksud sebagai senjata rahasia itu?


Jihoon dan Sangshik membicarakan calon manajer baru yang sedang dalam perjalanan itu sambil jalan, yang namanya Lee Haejoon. Jihoon menggambarkan Haejoon sebagai orang hebat yang sanggup menjadikan krisis menjadi peluang. “Kau tahu apa julukannya? Penyihir Konsultan Manajemen!” katanya. Sangshik tak percaya dan menilai Jihoon terlalu lebay mengabarkan. Mereka melihat Dahye sedang jaga. Sangshik bersikap acuh tak acuh begitu saja, sedang Jihoon membungkuk kecil untuk memberi Dahye salam.


Jihoon menyusul langkah Sangshik yang merasa sebal jika melihat Dahye – karena Dahye mengingatkannya pada mendiang Youngsoo terus. Dia meminta Jihoon untuk menjaga Dahye supaya tidak terjadi masalah. Dia berharap Dahye dipecat pada waktunya. Namun Jihoon mengatakan jika Sangshik tidak bisa seenaknya begitu, sebab Dahye adalah istri rekan mereka. Sangshik penasaran apa yang membuat Dahye ingin bekerja di Sunjin Mall, toh Youngsoo meninggal di lokasi yang sama kan? “Dia harus mencari nafkah!” sahut Jihoon.


Youngsoo muncul di depan muka Sangshik, lalu mengata-ngatainya. Sangshik dan Jihoon hanya melihat Youngsoo sebagai pelanggan. Youngsoo kaget, tapi segera menyadari kondisinya. Dia menanyakan kantor direktur untuk melaporkan kelakuan Sangshik yang merendahkannya. Sangshik tak merasa pernah melakukannya, tapi Youngsoo meyakinkan Sangshik jika dirinya pernah menerima perlakuan tidak enak. Sangshik meminta maaf. Youngsoo menyuruhnya membungkuk lebih dalam, hahaha.


Youngsoo pergi, karena menerima telpon dari Maya yang memberitahu jika Youngsoo akan ketahuan sebentar lagi. Youngsoo meyakinkan takkan ketahuan.


Para karyawati berkasak-kusuk tentang siapa Youngsoo sebenarnya. Mereka berpikir Youngsoo adalah manajer baru yang sedang melakukan kunjungan rahasia. Sangshik kaget.


Jaeguk mengeluh tentang sikap papanya yang makin annoying. Sekretaris Wang mengatakan bahwa takdir memang tak bisa diprediksi. “Dua anak yang lahir dari bapak yang sama tapi berbeda penghidupannya. Satu dengan kenyamanan, satu dengan penuh perjuangan. Apa jadinya kalau mereka bertukar posisi? Pasti lucu ya?”


Anaknya Jaeguk muncul untuk memberitahukan kalau anj*ngnya punya anak. Jaeguk bersikap ramah terhadap anaknya, Youngchan. HP-nya berdering. Ada panggilan dari Yiyun, tapi Jaeguk mengabaikannya.


Yiyun sebal Jaeguk tidak mengangkat telponnya. Dia ingin pergi, tapi Seungjae menghalanginya. Yiyun menyuruh Seungjae menyingkir dari jalannya atau mengambilkan Youngchan untuknya. Seungjae mengingatkan Yiyun untuk mengikuti prosedur kunjungan, jika tidak Yiyun sendiri yang rugi. “DIA TIDAK MEMBERIKAN ANAKKU DAN AKU TIDAK BOLEH MENGUNJUNGINYA!” pekik Yiyun. Seungjae memberikan foto-foto Yiyun bersama Gitak. Itu dari Jaeguk.


Jaeguk menelpon Yiyun untuk memintanya tidak khawatir, karena foto-foto itu belum tersebar. Dia bertanya kenapa Yiyun tidak menceritakan hubungannya dengan Gitak sebelumnya? Yiyun balik bertanya kenapa Jaeguk yang sudah tahu tidak membukanya langsung dan malah menahannya? Apa karena Jaeguk takut kenapa imbasnya? Jaeguk mengiyakan, tapi dia yakin foto-foto itu akan dengan mudah membuat dunia Yiyun jungkir balik. Jika dia menyebarkannya ke publik, maka Yiyun akan dicap buruk orang-orang sebagai wanita tidak setia. Yiyun tak bisa apa-apa, karena kartu truf-nya dipegang Jaeguk.


Kemudian, Jaeguk mengatakan bahwa Youngchan akan tinggal bersamanya selama beberapa hari karena Papa Kim sering menanyakannya.


Setelah menutup telpon dari Jaeguk, Yiyun menghampiri Seungjae untuk menamparnya dan bertanya alasannya membelot dari Gitak? Seungjae mengaku bahwa dirinya hanya mengurus dirinya sendiri. Dia balik bertanya kenapa Yiyun muncul dalam kehidupan Gitak lagi dan tak bersetia dengan suaminya? Yiyun mau menampar Seungjae lagi, tapi Seungjae menangkap tangan Yiyun. Seungjae menegaskan bahwa apa yang terjadi antara Yiyun-Gitak pada malam itu bukanlah urusannya. Dia menyebut Yiyun pengkhianat!


Tiba-tiba tangan seorang wanita memegang tangan Seungjae. “Hentikan, rasanya sakit Seungjae,” ucap wanita itu yang tak lain tak bukan adalah Gitak sambil melepaskan tangan Seungjae dari tangan Yiyun. Dengan mata merah penuh amarah, dia berkata lagi, “Benar, semua yang kau katakan memang benar. Tapi tetap saja sakit, jadi hentikanlah sebelum aku menghajarmu.”


Detik berikutnya, kita melihat Gitak ditatap dengan tatapan aneh oleh Yiyun dan Seungjae. Mereka berdua meminta penjelasan siapa Gitak sebenarnya? Gitak mengaku bahwa dirinya adalah adik dari bos Gitak yang hilang. Dia mengarang cerita dengan menyebutkan jika selama ini dirinya tinggal di Amerika. Dia menyebutkan operasi ambeien Seungjae yang kedua untuk membuktikan dirinya adalah adik dari bos Gitak. “Tatapanmu...” ucap Yiyun memperhatikan wajah Gitak lebih seksama, “Tidak mirip dengannya.”


Seungjae menganggap dirinya percaya Gitak adalah adik dari bosnya. Dia kemudian bertanya, selama ini, di mana dan apa saja yang Gitak lakukan? Gitak kebingungan. Dia juga mengaku tidak kuliah di sana, melainkan hanya tinggal di sana. Yiyun mengajak Gitak bicara bahasa Inggris. Gitak plonga-plongo. Itu memberikan Yiyun dan Seungjae konfirmasi bahwa Gitak berbohong. Yiyun menyuruh Seungjae mengusir Gitak.


Gitak bersikeras membuktikan bahwa dirinya benar-benar adik dari bos Gitak. Dia mengatakan jika di tubuh Gitak ada tato naganya. Seungjae membuka bajunya untuk menunjukkan tato naga yang ada di punggungnya. Hiyaloh. “Apa itu berarti aku abangmu?” tanya Seungjae, sambil menyeret Gitak pergi. Kemudian Gitak menanyakan apa yang terjadi dengan foto Gitak-Yiyun yang diambil paparazzi di bawah jembatan dan siapa yang memotretnya? Yiyun muncul dari dalam ruangan untuk menanyakan bertanya: siapa Gitak yang sebenarnya?


Dahye yang habis melayani pembeli dengan penuh keramah-tamahan melihat polisi. Dia limbung karena masih trauma waktu polisi memberi kabar jika Youngsoo meninggal dunia. Rekannya sesama pramuniaga bertanya apa Dahye sakit? Dahye mengiyakan. Temannya menyuruh Dahye istirahat dulu karena ada pergantian shift.


Dahye istirahat di gudang. Beberapa orang lewat menyuruhnya menyingkir. Dahye berdiri untuk merapatkan tubuhnya ke kardus-kardus. Setelah orang-orang itu lewat, dia duduk sambil memijat-mijat kakinya yang sakit akibat terlalu lama memakai sepatu high heels. Jihoon lewat dan menatap Dahye sebentar untuk selanjutnya pergi lagi.


Dahye menatap kardus-kardus bertuliskan Lucia, dan berimajinasi Youngsoo lewat membawa manekin. Imajinasinya lenyap tatkala seseorang menyodorkan minuman kaleng. Dahye menatap orang yang menyodorkannya. Itu Jihoon. Dahye bengong, lalu Jihoon memegangkan minuman kaleng itu ke tangan Dahye.


Setelah itu Dahye duduk lagi, bengong. Begitu dia mau kembali ke pekerjaannya, tiba-tiba ada orang gudang yang mendorong barang-barang dengan cepat. Sehingga Dahye merapat kembali ke kardus-kardus, tapi dia terlalu dalam merapat ke kardus-kardusnya sehingga kardus-kardus di bagian atas kehilangan keseimbangan dan terjatuh menimpa kepalanya. Untung ada pangeran berjas hitam (Youngsoo maksudnya) yang menarik tangan Dahye ke dalam pelukannya dan melindungi kepalanya. Youngsoo dan Dahye saling bertatapan.


Di sisi lain, Maya menemukan fakta bahwa Youngsoo mirip dengan Haejoon, manajer baru Sunjin Mall yang sedang dalam perjalanan Amerika-Korea. Dia tak bisa berkata apa-apa.


Dalam hati Youngsoo menyesal kurang memberikan perhatian terhadap keluarganya. Dia berharap bisa lebih sering memeluk Dahye dan mengatakan bahwa dirinya sangattt mencintainya. Tapi dia menyadari posisinya dan bertanya, “Kau tidak apa-apa?” Dahye meminta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan dan kecanggungan. Youngsoo kesal. Dia merasa semua orang yang ditemuinya selalu saja meminta maaf.


Dahye mengambil remah kotoran di jas Youngsoo. Begitu pula sebaliknya Youngsoo menjumput bulu kapas di baju Dahye. Hal itu membuat Dahye kaget. Youngsoo mengembalikan bulu kapas di baju Dahye lagi. Dahye membersihkannya. Jihoon muncul. Melihat ada Youngsoo di sana, dia meminta Youngsoo untuk tidak masuk ke gudang. Kembali Youngsoo pakai aksi pura-pura menelpon untuk bisa pergi, wuekekek. Jihoon berpikir Youngsoo adalah manajer baru Sunjin Mall yang sedang melakukan kunjungan rahasia.


Youngsoo menghembuskan napas kuat-kuat karena tegang. Dia merasa hampir saja ketahuan. Maya menelponnya untuk mengatakan bahwa ada masalah sedang menunggu.


Yiyun menuntut Gitak bercerita tentang apa yang diketahuinya tentang malam itu. Gitak mengaku bahwa dirinya telah bicara dengan Gitak sebelum meninggal. Dia menyebutkan jika Yiyun dijebak. Karena tak seorang pun mempercayai Yiyun, maka Yiyun membutuhkan seseorang yang akan membantunya. Itulah tujuannya datang menemui Yiyun.


Maya memberitahu jika bentuk fisik Youngsoo mirip dengan seseorang. “Seberapa mirip?” tanya Youngsoo. Maya sedikit membela diri jika kemiripannya tidak mirip betul. Tapi begitu dia mengirimkan foto Haejoon, mata Youngsoo terbelalak karena tingkat kemiripannya bisa disebut plagiat, hahaha.


Tidak lama kemudian, Maya pun melakukan perubahan cuaca untuk mengguncang pesawat yang Haejoon tumpangi dengan super komputer. Dia menari-nari bak dirigen dalam sebuah orkestra.


Di dalam pesawat, Haejoon dan para penumpang lainnya berkomat-kamit merapal doa. Mereka berharap pesawat yang mereka tumpangi tidak meledak atau mengalami kesialan.


Lanjut episode 3