.

Sinopsis Drama Korea Immutable Law First of Love Episode 9

 Sinopsis Drama Korea Immutable Law First of Love Episode 9

Episode ini akan membuat semuanya jelas. Siapa Yeo Ri? Kenapa Jong Goo seperti orang linglung? Miss Kimchi akan membuat sinopsis episode ini lebih rinci dan detail, jadi akan banyak dialog. Oke, langsung mulai...


Awal episode kali ini, kita diperlihatkan dengan adegan yang memperlihatkan indera keenam yang Hae Joo miliki. “Kau masih disini?” tanya Hae Joo pada seorang wanita. Itu Mamanya. Mama Hae Joo ingin mengatakan sesuatu, tapi Hae Joo memotongnya dengan mengatakan, “Aku tahu kau mengkhawatirkanku, tapi mulai sekarang sebaiknya jangan temui aku. Kau sudah tiada, Ma. Jadi meski kita bersama, aku tetap merasa kesepian.”


Jong Goo pulang ke rumah dengan membawa barang-barang milik Yeo Ri. Yeo Ri yang sedang duduk di kursi meja makan memandangi cincin pemberian Jong Goo bangkit, menghampiri Jong Goo yang terduduk di lantai sambil menangis tersedu-sedu. “Yeo Ri,” desis Jong Goo.


“Seharusnya kau tak melakukannya. Kau harus mengusirku pergi! Apa aku terlihat menyedihkan bagimu? Kenapa kau begini? Ini menyakitkan! Setidaknya jika ingin putus, katakanlah sesuatu. Kau tak punya hati!” Yeo Ri menyemburkan keluh-kesahnya, “Kau pernah bilang, akulah takdirmu. Tapi takdir adalah sesuatu yang tak bisa diubah manusia.” Jong Goo menggerung, memanggil-manggil nama Yeo Ri dalam tangisnya.


Hae Joo dan Ha Na berada di depan toserba. Ha Na memakan makanan kaleng dengan lahap, sementara Hae Joo bengong memperhatikan Ha Na makan. “Kau tak makan ini?” tanya Ha Na. Hae Joo menggeleng. “Kenapa? Apa makan sekaleng bersama itu menjijikkan?” Hae Joo menerangkan bahwa dirinya tidak bermaksud seperti itu. Yang diinginkannya adalah Ha Na menikmati makanan tanpa terinterupsi siapa-siapa. Itu saja. Kenapa? “Karena kau menyukainya,” tutur Hae Joo.


Ha Na menanyakan tentang Jong Goo kepada Hae Joo. Kemudian, Hae Joo menjawab bahwa dirinya mendengar dari Pak Guru Kim kalau Jong Goo, mungkin, takkan datang sekolah untuk selamanya. Ha Na teringat tanggal di kalender rumah Jong Goo ada tulisan “D-Day” di 31 Agustus. Dia menanyakan hari sekarang pada Hae Joo. “Hari ini tanggal 31,” sahut Hae Joo. Melihat reaksi Ha Na, Hae Joo menceritakan sesuatu. Apa itu? Tidak tahu. Yang jelas setelah mendengar cerita Hae Joo, Ha Na segera menemui Pak Guru Kim.


Jong Goo menulis lagu di rumahnya. Dia begitu khusyuk tampaknya. Di jari tengah tangan kanannya ada cincin couple tersemat. Dia melihat ada panggilan ke HP-nya, tapi tak diangkat.


Ha Na menemui Pak Guru Kim dan menyalahkannya sebagai pria dewasa yang tidak bertanggung jawab. Pak Guru Kim yang sepertinya tahu arah pembicaraan Ha Na segera menanyakan apa yang Ha Na inginkan? Mau dihubungi 119? Ha Na mengiyakan. Pak Guru Kim meminta Ha Na tidak terlalu keras padanya, toh dirinya sudah cukup menderita. Ha Na tak mau tahu. Dia minta Pak Guru Kim bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Jong Goo. Sebab itu adalah kesalahan Pak Guru Kim.


“Kenapa harus aku?” tanya Pak Guru Kim. Ha Na menegaskan itu karena Pak Guru Kim tidak berusaha mencegahnya. Pak Guru Kim merasa apa yang Jong Goo akan lakukan adalah yang terbaik. Mereka tak bisa mengganggu itu semua.


Hae Joo dan temannya diminta untuk memasukkan kursi dan meja kafe kopi yang ada di luar. Saat mereka mengerjakannya, Jong Goo melintas dengan mobil berwarna merah. “Perasaanku tak enak nih,” kata Hae Joo kepada temannya, “Jong Man bersama seorang wanita.” Temannya Hae Joo tidak melihat wanita bersama Jong Goo. “Jika mereka bersama-sama, kau tidak berpikir mereka akan tamat riwayatnya?” Hae Joo terlihat ketakutan, membuat temannya semakin kebingungan.


Ha Na datang ke rumah Jong Goo. Dia tidak menemukan siapa-siapa di sana. Hae Joo menghubunginya. Mereka video call. Tidak hanya Hae Joo, tapi juga ada Pak Guru Kim dan temannya Hae Joo. Mereka video call-an bersama. Intinya, mereka sepakat Jong Goo dalam bahaya dan harus segera bertemu dengannya.


Jong Goo tiba di tepi pantai. Dia dan Yeo Ri keluar dari mobil. Yeo Ri bertanya apa tujuan mereka datang ke sana? Jong Goo mengingatkan Yeo Ri bahwa itu adalah tempat dimana dirinya meminta Yeo Ri menjadi istrinya. “Sekarang aku tak bisa menjalaninya sendirian. Aku kesepian. Karena kau takdirku, aku ingin menikahimu – Park Jong Goo menjadi suaminya Lee Yeo Ri. Lee Yeo Ri menjadi istrinya Park Jong Goo. Ya, ayo kita hidup seperti itu,” kata Jong Goo kepada dirinya sendiri, dan mungkin kepada Yeo Ri. Dia mulai melangkah masuk ke dalam air. Yeo Ri berteriak-teriak, meminta Jong Goo tidak melakukan itu. Sayangnya Jong Goo tidak mendengarnya. Jong Goo tetap berjalan lurus ke depan.

Lanjut episode 10